Jumat, 01 Februari 2013

Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!


Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!

OPINI | 26 January 2013 | 21:17Dibaca: 2269   Komentar: 0   7 aktual

Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!
13592097661296182309
***Koran Kedaulatan Rakyat edisi 26/01/2013, sesi Sportmania, hal. 21, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Kabar menyedihkan bagi BAPAK KAMI*FAMILY terdengar dari Sleman – Jogja. PSS SLEMAN ( yang secara diam2 ) digadang2 sebagai salah satu “ pembelot anyar ” menuju kompetisi berkelas “ dunia akhirat”, yang sayangnya illegal, dengan 42 klub peserta yang dibagi kedalam 5 grup, DU PT.LI 2012 – 2013, malah secara terbuka menyatakan sikap tetap setia berada dibawah paying PSSI berikut PT.LPIS sebagai operator kompetisinya.
Berita memilukan ini sebenarnya sudah saya dapat semalam (25/01/2013), namun enggan saya unggah diKompasiana ini, karena menunggu headline koran hari ini, untuk bias dijadikan bukti, sehingga mencegah timbulnya tuduhan sumir & tak berdasar dari OKNUM PIHAK TERTENTU, pada tulisan saya dikemudian hari.
Tim “ Sleman Sembada” ini enggan bergabung dengan tetangganya, sebuah tim kloningan gaya baru, PPSM SAKTI MAGELANG, dalam kloter II rombongan “ bedhol desa” klub2 DU PT.LPIS kepelukan DU PT.LI. Tim asal Magelang yang sebenarnya sudah “ terkubur “ sejak 2008 – 2009, karena pihak otoritas sepakbola diMagelang beserta manajemen baru lebih memilih nama PPSM KN, yang kemudian melebur menjadi PPSM saja tahun ini ( 2013 ). Namun oleh OKNUM2 tertentu, dengan “ sakti “ – nya dibangkitkan kembali untuk menggenapi tim “ boyband “ baru DU PT.LI 2012 – 2013 dengan formasi : PERSIPASI BEKASI, PERSIK KEDIRI, PERSEWANGI BANYUWANGI, MADIUN PUTRA, serta PPSM SAKTI MAGELANG sendiri.
13592097991595012974
***Koran Harian Jogja edisi 26/01/2013, sesi Sport Solo & Jogja, hal. F, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Kabar yang terdengar samar2 dari Magelang, “operasi perpindahan” ini lancar dengan memanfaatkan barisan sakit hati yang tersingkir dari manajemen PPSM serta otoritas sepakbola saat ini. “ Transmigrasi “ ini pun lancar karena lobby2 penuh “ bualan “ oleh sebuah “ tim kecil “, yang khusus menggarap klub2 yang OKNUM pengurus, manajemen, maupun supporternya mudah goyah imannya.
“ tim kecil “ ini memang tak terendus, namun bergerak lincah dalam lobby2 “ bawah tanah” & “ bawah tangan “ dikawasan Jateng – DIY ini sejak musim 2011 – 2012 lalu. Korbannya sudah berjatuhan didaerah ini. Kompasianers bias hitung sendiri berapa tim yang berpindah jalur dari DU PT.LPIS ke DU PT.LI sejak berakhirnya musim kompetisi lalu. KEMUNGKINAN BESAR itu adalah hasil kerja tim ini.
Lobby intensif sering dijalankan bersamaan dengan diberikannya “ upeti awal “ khusus bagi OKNUM pengurus & manajemen klub yang bersedia “ murtad “ dari PSSI & DU PT.LI. “ janji surga “ pemberian subsidi Rp 400 – 500 juta / klub juga sering dinyanyikan. Belum lagi, hembusan angin sejuk pembagian profit sharing hak siar TV.
Disamping itu, ada umbaran implicit kata2 : takkan melakukan utak – atik pemeriksaan terhadap kondisi keuangan & manajemen tim. OKNUM pengurus maupun manajemen klub yang terbiasa “ cerdas “ memanfaatkan celah2 keuangan klub demi kepentingan pribadi, mudah tergoda dengan rayuan jenis ini, maklum KADANG mendengar kata “AUDIT” saja, sebagian OKNUM pengurus serta manajemen nakal sudah terbirit2 berusaha menutupi jejak dosa & khilafnya.
13592098131838472461
***Koran Tribun Jogja edisi 26/01/2013, sesi Jogja Sport Land, hal. 23, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Selain itu keputusan FIFA & AFC yang menyatakan bahwa kompetisi yang bernaung dibawah PT.LI berada dibawah yuridiksi PSSI dimanfaatkan serta dipelintir sedemikian rupa untuk memuluskan akal bulus mereka ini. Jadi kenyataan yang ada dilapangan, dalam tebaran berita dimedia, para OKNUM pengurus maupun manajemen klub, disetiap konpers mengatakan bahwa mereka pindah karena PT.LPIS tak becus mengelola kompetisi, pertandingan sepi penonton, tak berkualitas, serta pindah atas desakan supporter SEBAGIAN BESAR sebenarnya hanya tameng atas permainan dibelakang layar antara OKNUM2 diatas.
Selentingan dari Sleman menceritakan bahwa PSS SLEMAN sebenarnya nyaris masuk dalam perangkap ini. Lobby2 intensif telah dilakukan sejak akhir musim kompetisi lalu. Jalur yang digunakan bahkan tak hanya lewat jalur formal namun juga lewat jalur informal, dengan memanfaatkan kedekatan hubungan kekeluargaan antara salah satu anggota manajemen klub, yang ternyata memiliki pertalian darah dengan salah satu petinggi PSSI zaman NH dulu. Disamping minimnya dana & ketakjelasan kepastian kapan mulai diputarnya kompetisi DU PT.LPIS 2013, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab sempat beberapa kali tertundanya persiapan PSS SLEMAN.
Banyak yang menyatakan, hal ini tertutup rapih dari endusan media & pecinta sepakbola diJogja karena sebagian besar berkonsentrasi menunggu keputusan FIFA & AFC terhadap kisruh PSSI. Selain itu, stakeholders sepakbola diSleman tengah disibukan dengan pemilihan ketua PSSI Sleman yang baru. Kasak – kusuk korupsi yang melibatkan Ketua KONI Sleman pun jadi “penutup” yang lain.
Pergerakan dibalik layar yang terus dilancarkan “ tim kecil “ tak urung membuat beberapa OKNUM sempat “galau” & mulai memikirkan opsi perpindahan ini.
Penjelasan seorang pengelola manajemen PSS SLEMAN yang termuat dimedia massa Jogja hari ini (26/01/2013), secara implicit memberi gambaran adanya kegalauan ini. “ Kalau mau pindah ke PT.LI, juga sudah tidak mungkin karena pendaftarannya sudah tertutup. Daripada nanti malah terkatung2, PSS tetap memastikanikut kompetisinyaPT.LPIS ”, ujarnya. Penjelasan berikutnya bahwa kompetisi terlalu mepet, jadi lebih baik menunggu kompetisi DU PT.LPIS yang baru bergulir 09/03/2013, demi persiapan tim yang lebih baik, MUNGKIN ada benarnya, namun ada juga unsur bahwa hal ini untuk menutupi “nyaris salah jalannya” manajemen dalam melangkah. Contohnya gampang, lihat saja PPSM SAKTI MAGELANG, yang anggota maupun official timnya belum jelas saja tetap nekat mengikuti DU PT.LI yang kick – off 27/01/2013 ini.
Lobby intensif “ tim kecil “ sebenarnya terus dilakukan hingga detik2 terakhir menjelang pengumuman komposisi baru grup & klub peserta DU PT.LI 2012 – 2013. Rayuan s/d Rp 500 juta subsidi bagi klub, “ uang saku “ bagi pengurus & manajemen, opsi hak siar tv yang lebih besar, serta janji manis lainnya terus diumbar, sehingga beberapa OKNUM pengurus & manajemen nyaris goyah & berubah haluan. Hal inilah yang membuat BLI, PT.LI, serta KPSI menunda pengumuman perubahan peserta & grup DU PT.LI 2012 – 2013 hingga Selasa (22/01/2013), hal yang kemudian menimbulkan kemarahan disebagian peserta DU PT.LI karena merasa persiapannya berantakkan akibat ulah dadakan para “ professional “ ini. Alasan menunggu hasil verifikasi klub serta rapat exco KPSI ialah “ pelindung “ yang baik bagi sandiwara ini.
Namun hal2 yang saya jelaskan dibawah inilah yang sebenarnya menyadarkan para pengurus manajemen PSS SLEMAN agar istiqomah dijalan yang “ BENAR “ :
[1]Supporter lebih mendukung jika PSS SLEMAN berlaga diliga resmi.
Berbeda dengan tetangganya yang betah bertahan dijalur yang “salah”, supporter PSS lebih mendukung tim kesayangannya berlaga dibawah kendali PSSI yang syah & resmi. Memang ada segelintir supporter yang ingin PSS pindah ke jalur “lambat” namun mayoritas dengan keras menyatakan mengikuti liga resmi ialah HARGA MATI! dengan berhitung pada semua manfaat serta mudharatnya.
[2]Otoritas sepakbola & pemerintah lebih mendukung jika PSS SLEMAN berlaga diliga resmi.
Sejalan dengan pemikiran supporter, otoritas sepakbola & pemerintah lebih menginginkan jika PSS berlaga diliga yang syah. Ini beberapa kali diungkapkan secara terbuka dimedia. Tentunya sikap ini berbeda dengan daerah lain yang mudah “ kemasukkan angin “ hingga akhirnya main hati ke liga “ sebelah “.
[3]Sebagian besar pengurus dalam manajemen PSS SLEMAN lebih menginginkan timnya berlaga diliga resmi.
Tak dipungkiri sempat ada sedikit perbedaan pendapat dalam manajemen tentang kemana arah PSS melangkah. Ada sebagian kecil yang ingin menuju DU PT.LI dengan segala “ kelebihannya “, namun sebagian besar mantap diDU PT.LPIS dengan segala “ kekurangannya “
[4]Pengalaman buruk tim tetangga yang berlaga diDU PT.LI.
Pengalaman tragis tim tetangga yang berlaga diDU PT.LI musim 2011 – 2012 lalu jadi salah satu pertimbangan. Tim tetangga tersebut mengalami kesialan demi kesialan dimusim lalu. Setelah ditinggal pergi secara tak bertanggung jawah oleh konsorsium yang berisi para petinggi PSSI rezim NH, tim ini gagal total membayar hutang ( MUNGKIN ) 4 – 6 bulan gaji para pemainnya, yang kemudian diselesaikan dengan penyelesain “ kekeluargaan “ hanya dengan membayar 1 bulan gaji. Yang menyedihkan ialah tunggakan listrik yang menyebabkan penyegelan meteran serta hutang sewa stadion yang membengkak.
Point2 diatas kemudian menjadi bahan pertimbangan saat rapat pengurus & manajemen PSS SLEMAN, Kamis, 24/01/2013. Sikap tegas supporter saat “insiden kecil” dengan pelatih Hanafi (19/01/2013), yang kemudian menyebabkan pelatih tersebut “ angkat koper “, ternyata menjadi pertimbangan penting yang kemudian membawa PSS SLEMAN kembali ke pangkuan DU PT.LPIS & PSSI.
Manajemen PSS SLEMAN, seperti yang termuat dibebagai media hari ini ( 26/01/2013 )menyatakan siap menanggung konsekuensi atas sikapnya ini, termasuk apabila terjadi pembengkakan anggaran akibat frekuensi pertandingan yang menjadi lebih tinggi setelah perampingan grup dan juga tim harus semakin sering bertanding diluar pulau jawa akibat mundurnya 5 tim asal Jawa tadi dari DU PT.LPIS 2013.
Setelah satu suara pada rapat 24/01/2013 malam, Jumat (25/01/2013) pengurus & manajemen PSS SLEMAN memutuskan mendatangi kantor PT.LPIS untuk mendaftarkan diri sebagi peserta kompetisi DU PT.LPIS 2013. Ada kejadian lucu disini, PSS SLEMAN yang mendaftar disaat akhir2 ini, juga bertemu dengan pengurus & manajemen dari PERSIPASI BEKASI yang juga turut mendaftarkan diri mengikuti kompetisi DU PT.LPIS 2013, padahal 2 hari sebelumnya, 23/01/2013, nyaris seluruh media memberitakan mereka telah “ membelot” ke DU PT.LI. Nah lho…???? No comment deh….yang terpenting : Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!
>>Ohya…sekadar info saja, seorang pemain yang diaku2 oleh AS, pelatih PERSIS SOLO DU PT.LI sebagai calon pemain pilarnya dimusim 2012 – 2013 : FA, Kamis, 24/01/2013 malah terlihat hadir & mengikuti seleksi pemain PSS SLEMAN untuk DU PT.LPIS 2013, yang dipimpin oleh Asisten Pelatih, Lafran Pribadi. Lafran tetap sementara memegang kendali latihan serta seleksi tim, menyusul belum adanya pelatih definitive bagi PSS SLEMAN menyusul alotnya negoisasi ulang denga Widyantoro serta Dananjaya plus hengkangnya Eduard Tjong, yang lebih menangani PERSIJA JAKARTA diIPL 2013.
>>Kembali lagi pada kasus pemain yang telah diaku2 sebagai calon pilar oleh pelatih PERSIS SOLO DU PT.LI, AS, diatas, berarti dalam 10 hari ini telah 2 pemain yang diakui sebagai pilar yang kabur dari PERSIS SOLO DU PT.LI, yakni IR, yang telah resmi dikontrak PERSIBA BANTUL, serta FA tadi. Terus dari manakah pilar PERSIS SOLO DU PT.LI akan berasal? Dari pemain2 amatir yang diseleksi secara siluman beberapa waktu lalu atau dari tim Porprov??? Tunggu & lihat saja ya ..Kompasianers…

PENUJUKKAN PELATIH PSS SLEMAN MASIH PROSES


PENUJUKKAN PELATIH PSS SLEMAN MASIH PROSES. Kejutan terjadi dalam proses penujukkan pelatih PSS Sleman. Setelah Widyantoro dan Haryadi disebut-sebut sebagai dua calon terkuat, nama Dananjaya tiba-tiba berada di pole position untuk melatih PSS Sleman musim 2013. Satu calon lagi adalah Bonggo Pribadi. Dari penelusuran Radar Jogja, dari empat nama yang muncul sebelumnya, hanya Danan yang mengaku sudah dihubungi manajemen. Sisanya belum dikontak manajemen PSS untuk melakukan pemaparan program.
Fakta ini seolah menguatkan posisi Dananjaya sebagai sosok yang akan menukangi Super Elang Jawajulukan PSS Sleman. Hal ini juga diperkuat pernyataan Sekretaris PSS Pustopo. Pustopo memang tidak secara eksplisit mengatakan PSS bakal memilih Danan. Namun perubahan konsep pemanggilan calon pelatih ini memunculkan spekulasi penunjukkan Danan. Sebelum rapat pleno, manajemen sudah menyusun peringkat dari satu sampai empat. Jika rapat pleno memutuskan peringkat pertama disetujui, sosok itulah yang bakal dipanggil manajemen.
Nah, menilik fakta hanya Danan yang sudah dihubungi, muncul spekulasi eks pelatih Timnas di Piala Tiger 2000 inilah yang berada di peringkat pertama. ’’Kami sudah membuat peringkat pelatih dan yang berada di urutan pertama lah yang paling berpeluang untuk kami tunjuk. Setelah ditunjuk bakal kami undang untuk memaparkan programnya. Tapi ingat rapat pleno bisa saja merubah peringkat yang sudah dibuat, jadi peringkat 2, 3 atau 4 bisa saja yang dipanggil, walaupun peluangnya kecil,” jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, manajemen PSS masih melakukan rapat pleno.
Kami rekomendasikan BETWIN188 atau BOLAGOAL88 sebagai agen bola terbaik dan agen bola online terpercaya. Bergabunglah bersama kami di agen judi, dan nikmati segala fasilitas dengan pelayanan cepat dan ramah.
Mereka berjanji selambat-lambatnya bakal mengumumkan hasil rapat pleno siang ini. Namun Pustopo menyatakan manajemen bisa saja membatalkan penunjukkan pelatih yang dipilih dalam rapat pleno. Itu bisa terjadi jika sang terpilih gagal memuaskan manajemen dalam pemaparan program dan otomatis peringkat selanjutnya yang dipanggil. Danan sendiri sudah di Jogjakarta. Menurutnya, manajemen PSS sudah memintanya memaparkan program-programnya dalam waktu dekat. Tapi dia belum tahu waktunya. ’’Saya sudah dihubungi dan untuk memaparkan program saya juga siap.
Tapi untuk target sebaiknya harus disesuaikan dengan apa yang dipancang manajemen,” tegasnya. Sedangkan Haryadi, Widyantoro dan Bonggo Pribadi belum menerima pemberitahuan. “Dulu saya pernah dihubungi Pak Rumadi. Tapi setelah itu hilang kontak. Saya malah baru tahu dari wartawan termasuk satu dari empat kandidat pelatih PSS. Kalau memang benar demikian saya bakal tunggu saja,” ungkap Bonggo.

Syarat Pelatih PSS Harus Optimalkan Pemain Lokal


Jika ingin bertahan lama menjadi pelatih PSS Sleman, maka salah satu syaratnya harus memberi porsi lebih banyak kepada pemain lokal. Jika tidak, palu pemecatan harus siap dihadapi.
Pelatih Hanafi adalah salah satu korban pemecatan karena tidak mengoptimalkan pemain lokal Sleman. Eks Pelatih Madiun Putra ini justru menganakemaskan pemain yang dibawanya ke Sleman masuk skuad tim Elang Jawa. Alhasil, Hanafi hanya berstatus pelatih tim yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu hanya 15 hari saja.
Manajer PSS Sleman Rumadi menegaskan, saat ini managemen tim Elang Jawa sedang punya visi dan misi mengoptimalkan memasukkan pemain lokal masuk dalam skuad PSS musim ini. Tak heran, siapa pun nanti suksesor Hanafi sebagai nakoda PSS, harus satu jalan dengan visi yang diemban managemen. “Pelatih PSS harus satu visi dengan managemen, yakni memprioritaskan pemain lokal,” katanya.
Hanafi datang ke Sleman dengan membawa para pemain yang dulu dibesutnya. Para pemain yang dibawanya itu mendapat prioritas bermain, salah satunya dalam laga uji coba kontra Persisko Jambi. Di laga yang digelar di Maguwoharjo itu, PSS kalah 1-2. Pemain lokal Sleman yang dipasang di laga itu hanya 3 orang. Pemilihan pemain yang dilakukan Hanafi mendapat kecaman keras dari suporter setia PSS, Slemania.
Kalangan suporter menilai Hanafi tidak mengindahkan talenta lokal yang punya potensi besar. Suporter pun mendesak managemen untuk memecatnya. Desakan suporter pun diamini managemen. Hanafi pun dipecat. Sekarang, PSS Sleman sibuk mencari pelatih setidaknya harus segera mendapatkannya pekan ini. Pasalnya, kick off Divisi Utama LPIS yang diikuti tim kebanggaan publik Sleman ini bergulir mulai awal Maret.
Jika menilik visi managemen yang menginginkan pemain lokal mendapat prioritas, sosok Widyantoro menjadi kandidat kuat. Eks pelatih PSS Sleman musim lalu dikenal gemar memainkan pemain lokal maupun muda usia. Sayangnya, managamen belum memberi garansi kepada pelatih asal Magelang berlisensi A nasional membesut Anang Hadi dkk musim ini.
Sekretaris PSS Pustopo mengakui, performa Widyantoro selama menukangi PSS musim lalu tidak begitu buruk. “Namun, managemen harus membahas lebih lanjut, siapa yang akan menjadi pelatih PSS musim ini,” kata dia. (sindo)

PSS V Persis – Elang Jawa Ingin Ulang Memori Piala Indonesia


PSS Sleman merajut asa memperbaiki posisi di papan klasemen saat menjamuPersis Solo di Stadion Maguwoharjo, sore nanti. Demi tambahan tiga poin, Elang Jawa bakal me-refresh memori leg kedua Piala Indonesia saat Anang Hadi dkk menaklukkan Laskar Sambernyawa 4-2, di tempat yang sama.
Peluang mengamankan tiga angka kian terbuka karena tim asuhan Widyantoro bakal turun dengan kekuatan penuh. Bruno Casmir yang sempat cedera dipastikan bisa bermain. Tak hanya itu, PSS punya catatan apik di liga saat mereka menahan Persis 1-1 di Manahan. Apalagi, tim kebanggaan Slemania dan BCS itu juga tengah on fire.
Elang Jawa sukses meraih tiga poin perdananya di kandang saat mengempaskan tim Macan Putih, Persik Kediri dengan skor telak 4-1. Kendati begitu Widyantoro tak ingin gegabah. Partai krusial kontra Laskar Sambernyawa jadi pijakan menuju papan atas. Wiwid, sapaan Widyantoro mengaku skuad asuhan Junaidi tidak akan mudah dikalahkan.
Kendati baru saja takluk dari Persija Jakarta 2-3 di ajang Piala Indonesia, namun mental Laskar Sambernyawa tetap terjaga karena kekalahan itu tak menghalangi mereka lolos putaran ketiga. Hanya saja, dia menegaskan sudah menyiapkan strategi terbaik menaklukan tim asal Kota Bengawan. Terlebih, tiga pertemuan musim ini membuat skuad Junaidi tak lagi asing bagi Elang Jawa. Dan kondisi serupa dialami tim tamu.
”Kita akan bermain hati-hati karena mereka tim bagus. Jangan sampai ada kesalahan tidak perlu terutama di dekat kotak 12 pas. Mereka punya Javier Rocha yang punya kemampuan eksekusi bola mati cukup baik. Mungkin strateginya tidak banyak berubah dari yang kita terapkan saat menjamu Persik,” kata dia.
Wiwid menambahkan, timnya kini semakin solid. Kelemahan mendasar yang masih tampak di laga sebelumnya sudah mendapat sentuhan. Sehingga dia optimistis Elang Jawa mampu menjaga tran positif untuk mendongkrak posisi di klasemen. ”Insya Allah, kita optimistis tiga poin,” tambah dia.
Junaidi sendiri mengaku tak ada persoalan dengan skuad asuhannya. Absennya kapten tim Affan Lubis dan Ade Chandra Kirana tidak akan banyak berpengaruh terhadap tim. Namun dia minta skuad asuhannya fokus karena tren tuan rumah tengah menanjak. ”Tim semuanya siap. Selain Affan dan Ade pemain lainnya siap dimainkan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membawa poin dari Maguwoharjo,” kata dia.  (sindo)
Perkiraan Pemain
PSS Sleman (4-2-3-1) Bogi Santoso (pg), Fachrudin, Bruno Casmir, Yus Arfandi, Zaenal Fannani, Marwan Muhammad, Anang Hadi, Agus Setiawan, Andrid Wibawa, Tri Handoko, Charles Orock 
Pelatih    : Widyantoro
  
Persis Solo (3-5-2) Sandi Firmansyah (pg), Michael Ndubuisi, Sofyan Morhan, Rusdiansyah, Ari Yuganda, Javier Rocha, Imam Rohmawan, Ganda Sahputra, Dian Fachrudin, Arnaldo Villalba, Ilham Hasan 
Pelatih   : Junaidi

PSS Tak Mau Jadi Pecundang Di Kandang


Di tengah kesulitan akibat ancaman badai cedera, PSS Sleman berupaya fokus menghadapi leg kedua Piala Indonesia (PI) kontra Persis Solo, sore nanti. Skuad Elang Jawa memanfaatkan momen ini untuk revans atas kekalahan 1-3 di leg pertama.
Dibanding tim tamu, kondisi Elang Jawa memang tak lebih baik. Tim ini tak memiliki waktu istirahat  usai lawatan ke Bandung di kompetisi reguler. Tim tamu lebih beruntung karena laga kontra Persipasi yang seharusnya digelar di hari yang sama ternyata digelar lebih awal.
Juru racik PSS Widyantoro sadar betul dengan kondisi ini. Dia sendiri khawatir dengan kemungkinan terburuk yang dialami skuad asuhannya. Namun, kekalahan telak di Manahan membuat arsitek asal Magelang ini tak mungkin lagi mengandalkan pemain lapis dua.
Beban mengejar ketinggalan, plus tampil di depan pendukung sendiri, Slemania, membuat hasil seri apalagi kalah menjadi tabu yang tak boleh dilanggar. Sehingga, Wiwid, sapaan Widyantoro tetap harus menurunkan skuad inti agar tak jadi bulan-bulanan Laskar Sambernyawa.
”Kita butuh kemenangan untuk mendongkrak semangat anak-anak. Apalagi kita juga tampil di kandang sendiri. Hasil positif menjadi sesuatu yang wajib didapat. Soal nanti lolos atau tidak urusan belakangan,” kata Wiwid.
Dia mengatakan, dari sisi teknis tidak ada masalah dengan skuad asuhannya. Anang Hadi dkk tetap bisa dioptimalkan bermain taktis mengandalkan kekuatan lini tengah dengan bola-bola pendek. Hanya saja, dia mengingatkan agar anak asuhnya tetap fokus.
Lengah sedikit saja, kenyataan pahit saat ditekuk Persikab di menit akhir bisa kembali terulang. ”Kami tidak ingin kecolongan lagi di menit akhir. Jadi semuanya harus tetap fokus meski pun pada kenyataannya tim masih kelelahan. Tapi kami tak boleh jadi pecundang di kandang sendiri,” tegas dia.
Junaidi, Pelatih Persis sendiri tak mau menganggap remeh tuan rumah. Baginya, kemenangan yang diraih Affan Lubis dkk di leg pertama belum menjamin skuad asuhannya bakal lolos putaran berikutnya. Sebab, PSS yang mengandalkan pemain muda memiliki kans yang sama untuk lolos.
Demi memastikan tiket putaran berikutnya, Bang Jun, sapaan Junaidi bakal turun dengan kekuatan terbaik. Dia tak ingin, peluang yang sudah didepan mata hilang begitu saja. Dia juga ingin agar anak asuhnya bermain lepas di Stadion Maguwoharjo nanti.
Arnaldo Villalba yang sudah mendapat pengesahan dipastikan bakal menjadi starter bersama Ferry Anto di depan. Kehadiran Villalba diharapkan mampu menambah tajam daya gedor Laskar Sambernyawa.
”Peluang kita sama. Persis maupun PSS sama-sama punya kans lolos. Jadi kita tak boleh anggap remeh. Menang 3-1 di kandang tidak bisa jadi jaminan kita akan lolos dengan mudah. Kita tetap harus kerja keras,” ucap eks Pelatih Persijap Jepara ini. (sindo)

PSS Sleman Butuh Bek Kiri Dan Gelandang


Pelatih Widiyantoro mengaku kebutuhan pemain baru di posisi gelandang bertahan dan bek kiri mendesak direalisasikan.
Ditemui seusai memimpin latihan PSS Sleman, Rabu (21/3) sore, Widiyantoro mengaku dua posisi itu sama-sama signifikan untuk memperkuat tim berjuluk Super Elang Jawa ini dalam melakoni laga Divisi Utama dan Piala Indonesia.
Jika melihat kondisi skuat PSS seusai putaran pertama kompetisi Divisi Utama, apa yang diungkapkan Wiwid, sapaan akrab Widiyantoro, cukup beralasan. Di posisi gelandang bertahan, Agus “Awang” Setiawan terkena akumulasi kartu kuning sehingga bakal absen dalam lawatan ke Bandung menghadapi Persikab di putaran kedua.
Otomatis, untuk posisi itu, Wiwid hanya bisa mengandalkan Marwan Muhammad padahal seperti biasanya, ketika melakoni laga tandang, sang arsitek selalu memasang dua gelandang bertahan.
Di posisi gelandang bertahan PSS sebenarnya masih memiilki Agung “Gundul” Wicaksono namun sampai putaran pertama kompetisi, Wiwid belum berani menurunkan Gundul di laga resmi. Saat ini pemain Gundul tengah disiapkan untuk mengikuti Piala Indonesia.
Untuk posisi bek kiri, saat ini Zaenal Fanani menjadi pilihan utama namun pemain itu sering didorong menjadi pemain sayap sehingga menyisakan Andrian Samsul di bek kiri. Menjadi rentan jika kedua pemain itu terkena akumulasi kartu kuning.
Sebagai antisipasi, pada latihan Selasa sore lalu, muncul dua pemain baru yang bsia menempati dua posisi penting. Mereka yakni Joko Sugiarto, 26, mantan pemain Persis Solo, Persibo Bojonegoro, Persitara Jakarta Utara, Deltra Sidoarjo dan Persipro Probolinggo. Dia bisa menempati posisi sebagai stoper maupun bek sayap, baik kiri dan kanan.
Pemain lainnya Handi Arif Utomo, 23, mantan pemain PPSM Kartika Nusantara Magelang. Pemain ini merupakan hasil pembinaan dari klub Persik Kediri. Dia bisa berposisi sebagai gelandang bertahan, gelandang serang dan pemain sayap.
Menurut Kuncoro, agen kedua pemain, kedatangan para pemain berdasarkan undangan manajer PSS, Rumadi. Menurut pria yang pernah berkecimpung di dunia suporter ini, memiliki pemain yang bisa menempati beberapa posisi merupakan keunggulan yang harus dimanfaatkan pelatih.
Ditanya mengenai kemampuan kedua pemain itu, Widiyantoro mengaku masih terus memantau perkembangannya. Ia menambahkan, direncanakan pada Kamis (22/3) ini PSS juga akan kedatangan pemain seleksi lainnya. “Pemain lokal apa asing saya belum tahu, silakan ke manajemen,” tegasnya.(harian jogja)

PSS Belum Punya Striker Haus Gol


Sabtu, 19 Januari 2013 03:06 wib
SLEMAN - PSS Sleman sudah menggelar seleksi pemain. Dari 60 pemain mengerucut menjadi 35 pemain. Dari jumlah itu, 8-9 pemain berposisi sebagai striker. Sayangnya tidak ada satu pun striker yang memenuhi syarat tim kebanggaan publik Sleman yang berlaga di Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Pelatih PSS Hanafi mengatakan, banyak pemain yang berposisi sebagai striker yang ikut dalam seleksi yang dipusatkan di Stadion Tridadi Sleman. Sayangnya, Hanafi berpandangan di antara mereka kualitasnya masih di bawah rata-rata. "Saya belum menemukan striker yang berkualitas. Mereka kurang memenuhi kriteria," katanya, Jumat (18/1/2013).

Mantan Pelatih Madiun Putra ini berharap ada striker berkualitas yang bersedia mengikuti seleksi. Dia masih membuka peluang bagi striker untuk ikut seleksi. Jika pun tidak ada, dia akan meminta kepada manajemen untuk menggaet striker yang sesuai dengan proyek PSS ke depan. "Mudah-mudahan ada yang datang, kalau tidak ada terpaksa harus mencarinya (striker berkualitas)," ungkapnya.

Jika tidak ada striker berkualitas, sulit bagi PSS Sleman bisa bersaing dengan para rival. Apalagi musim ini, manajamen menargetkan tim yang didukung penuh dua kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania ini bisa finish sebagai runner up. "Dalam waktu dekat harus segera dapat striker bagus, karena waktunya kian mepet," ungkapnya.

Secara umum, Hanafi mengakui kerangka tim PSS Sleman untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama LPIS musim ini sudah hampir jadi. Dia mengaku sudah mengantongi sejumlah nama yang direkomendasikan kepada manajemen untuk disodori kontrak. "Gambaran skuad sudah ada, nama-nama pemain yang layak dikontrak juga sudah ada," ujarnya namun enggan menyebutkan nama-nama yang dimaksud.

Hanafi mengatakan, seleksi terakhir digelar besok malam bertepatan dengan laga uji coba melawan Persisko Jambi di Stadion Maguwoharjo. Kebetulan Persisko saat ini sedang menjalani training camp di Yogyakarta. "Pertandingan (uji coba) itu menjadi bagian seleksi pemain. Nanti akan mengerucut lagi jumlahnya," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, PSS Sleman musim ini akan dihuni 30 pemain, 7 pemain di antaranya berstatus magang atau berusia di bawah 21 tahun. Pelatih mengaku sudah menemukan talenta yang diberi kesempatan magang untuk kepentingan jangka panjang PSS. (Ridwan Anshori/Koran SI/acf)

Divisi Utama PSSI Pilih Persis, Wiwid Sedih Tinggalkan PSS

SOLO - Mantan Pelatih PSS Sleman Widyantoro akhirnya resmi membesut Persis Solo LPIS musim ini. Kepastian didapat setelah Wiwid, sapaan Widyantoro dan Manajemen Persis sepakat bekerjasama, Kamis (31/1/2013) petang.

Meski begitu, Wiwid mengaku berat hati meninggalkan Elang Jawa, julukan PSS. Namun dia menilai, keputusannya menerima pinangan manajemen Laskar Sambernyawa, julukan Persis adalah pilihan terbaik bagi karir kepelatihannya.

"Saya dan manajemen Persis sepakat bekerjasama. Memang berat meninggalkan PSS dengan segala kenangannya. Tapi saya rasa ini adalah pilihan terbaik untuk saya, tim dan karir saya ke depan," kata Wiwid, Kamis.

Dia mengakui sebenarnya masih berharap melanjutkan program pembinaan pemain muda bersama Elang Jawa. Apalagi, dia mengaku terkesan dengan talenta muda yang dimiliki Elang Jawa. Dia berharap, penggantinya dapat mengoptimalkan talenta muda tersebut.

"Saya sudah klik dengan model pembinaan yang dikembangkan. Akhirnya mulai terlihat talenta yang siap bersinar dalam 2-3 tahun ke depan. Tapi sekarang saya memutuskan bersama Persis dan akan fokus di sini," terangnya.

"Saya ucapkan terimakasih kepada manajemen PSS, suporter serta pemain atas dukungannya selama saya di Sleman. Kalau diberi kesempatan di kemudian hari, InsyaAllah saya siap kembali. Tapi tidak saat ini," pungkasnya. (Sodik Arrasyid/Koran SI/acf)

Rabu, 30 Januari 2013

OPERASI GRATIS di RS Nur Hidayah Jln. Imogiri Timur km 11,5 Jetis Bantul. Detail & Syarat :

 bulan maret 2013
syarat :bibir sumbing ,hernia(tedun),lobang kencing tidak pada kelamin tidak memiliki anus atau dubur,kelebihan jari, jari dempet,biji kemaluan cuma satu /tidak sma sekali,alak kelamin tdak sempurna,dll.
pendaftaran sampai awal maret syarat: max 12thn,FC KTP orangtua,FC KK,FC AKTE,FC rekening listrik 3bulan terahir,sk tdak mampu dari kelurahan,pas fto anak n kondisi rumah info 02747472942

Pemadaman Listrik 30/1/2013 09-15

 Jagalan,Mondorakan,Karanglo,Karang,Kotagede,Mutihan,Manggisan,Wirokerton,Kertopaten  Modalan,Jogoragan,Ngipik,Mertosanan,Potorono,Salakan,Cepoko,Kragilan,Jambidan,Genengan

 Dn Glagahombo,Dn Plotengan,Dn Badalan,Dn Pringapus,Dn Krasakan

info tentang merapi :JALIN Merapi



TWITTER @jalinmerapi

Jaringan Informasi Lingkar Merapi. Informasi tentang aktivitas gunung dan warga Merapi
ÜT: -7.815065,110.355999 · http://merapi.combine.or.id/

merapi tangal 28 januari 2013

Merapi sore ini setelah d guyur hujan

AKSI INDONESIA BERGANDENGAN

AKSI INDONESIA BERGANDENGAN sepanjang Malioboro, Minggu, 28 Oktober 2012, 08.00-selesai. melibatlan elemen2 lintas iman