Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!
OPINI | 26 January 2013 | 21:17
Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!
***Koran Kedaulatan Rakyat edisi 26/01/2013, sesi Sportmania, hal. 21, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Kabar menyedihkan bagi BAPAK KAMI*FAMILY terdengar dari Sleman – Jogja. PSS SLEMAN ( yang secara diam2 ) digadang2 sebagai salah satu “ pembelot anyar ” menuju kompetisi berkelas “ dunia akhirat”, yang sayangnya illegal, dengan 42 klub peserta yang dibagi kedalam 5 grup, DU PT.LI 2012 – 2013, malah secara terbuka menyatakan sikap tetap setia berada dibawah paying PSSI berikut PT.LPIS sebagai operator kompetisinya.
Berita memilukan ini sebenarnya sudah saya dapat semalam (25/01/2013), namun enggan saya unggah diKompasiana ini, karena menunggu headline koran hari ini, untuk bias dijadikan bukti, sehingga mencegah timbulnya tuduhan sumir & tak berdasar dari OKNUM PIHAK TERTENTU, pada tulisan saya dikemudian hari.
Tim “ Sleman Sembada” ini enggan bergabung dengan tetangganya, sebuah tim kloningan gaya baru, PPSM SAKTI MAGELANG, dalam kloter II rombongan “ bedhol desa” klub2 DU PT.LPIS kepelukan DU PT.LI. Tim asal Magelang yang sebenarnya sudah “ terkubur “ sejak 2008 – 2009, karena pihak otoritas sepakbola diMagelang beserta manajemen baru lebih memilih nama PPSM KN, yang kemudian melebur menjadi PPSM saja tahun ini ( 2013 ). Namun oleh OKNUM2 tertentu, dengan “ sakti “ – nya dibangkitkan kembali untuk menggenapi tim “ boyband “ baru DU PT.LI 2012 – 2013 dengan formasi : PERSIPASI BEKASI, PERSIK KEDIRI, PERSEWANGI BANYUWANGI, MADIUN PUTRA, serta PPSM SAKTI MAGELANG sendiri.
***Koran Harian Jogja edisi 26/01/2013, sesi Sport Solo & Jogja, hal. F, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Kabar yang terdengar samar2 dari Magelang, “operasi perpindahan” ini lancar dengan memanfaatkan barisan sakit hati yang tersingkir dari manajemen PPSM serta otoritas sepakbola saat ini. “ Transmigrasi “ ini pun lancar karena lobby2 penuh “ bualan “ oleh sebuah “ tim kecil “, yang khusus menggarap klub2 yang OKNUM pengurus, manajemen, maupun supporternya mudah goyah imannya.
“ tim kecil “ ini memang tak terendus, namun bergerak lincah dalam lobby2 “ bawah tanah” & “ bawah tangan “ dikawasan Jateng – DIY ini sejak musim 2011 – 2012 lalu. Korbannya sudah berjatuhan didaerah ini. Kompasianers bias hitung sendiri berapa tim yang berpindah jalur dari DU PT.LPIS ke DU PT.LI sejak berakhirnya musim kompetisi lalu. KEMUNGKINAN BESAR itu adalah hasil kerja tim ini.
Lobby intensif sering dijalankan bersamaan dengan diberikannya “ upeti awal “ khusus bagi OKNUM pengurus & manajemen klub yang bersedia “ murtad “ dari PSSI & DU PT.LI. “ janji surga “ pemberian subsidi Rp 400 – 500 juta / klub juga sering dinyanyikan. Belum lagi, hembusan angin sejuk pembagian profit sharing hak siar TV.
Disamping itu, ada umbaran implicit kata2 : takkan melakukan utak – atik pemeriksaan terhadap kondisi keuangan & manajemen tim. OKNUM pengurus maupun manajemen klub yang terbiasa “ cerdas “ memanfaatkan celah2 keuangan klub demi kepentingan pribadi, mudah tergoda dengan rayuan jenis ini, maklum KADANG mendengar kata “AUDIT” saja, sebagian OKNUM pengurus serta manajemen nakal sudah terbirit2 berusaha menutupi jejak dosa & khilafnya.
***Koran Tribun Jogja edisi 26/01/2013, sesi Jogja Sport Land, hal. 23, yang memuat berita bertahannya PSS SLEMAN dikompetisi DU PT.LPIS – foto oleh artitude/mslk ekslusif untuk re_elhamination / we are young homm!e!ONLY***
Selain itu keputusan FIFA & AFC yang menyatakan bahwa kompetisi yang bernaung dibawah PT.LI berada dibawah yuridiksi PSSI dimanfaatkan serta dipelintir sedemikian rupa untuk memuluskan akal bulus mereka ini. Jadi kenyataan yang ada dilapangan, dalam tebaran berita dimedia, para OKNUM pengurus maupun manajemen klub, disetiap konpers mengatakan bahwa mereka pindah karena PT.LPIS tak becus mengelola kompetisi, pertandingan sepi penonton, tak berkualitas, serta pindah atas desakan supporter SEBAGIAN BESAR sebenarnya hanya tameng atas permainan dibelakang layar antara OKNUM2 diatas.
Selentingan dari Sleman menceritakan bahwa PSS SLEMAN sebenarnya nyaris masuk dalam perangkap ini. Lobby2 intensif telah dilakukan sejak akhir musim kompetisi lalu. Jalur yang digunakan bahkan tak hanya lewat jalur formal namun juga lewat jalur informal, dengan memanfaatkan kedekatan hubungan kekeluargaan antara salah satu anggota manajemen klub, yang ternyata memiliki pertalian darah dengan salah satu petinggi PSSI zaman NH dulu. Disamping minimnya dana & ketakjelasan kepastian kapan mulai diputarnya kompetisi DU PT.LPIS 2013, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab sempat beberapa kali tertundanya persiapan PSS SLEMAN.
Banyak yang menyatakan, hal ini tertutup rapih dari endusan media & pecinta sepakbola diJogja karena sebagian besar berkonsentrasi menunggu keputusan FIFA & AFC terhadap kisruh PSSI. Selain itu, stakeholders sepakbola diSleman tengah disibukan dengan pemilihan ketua PSSI Sleman yang baru. Kasak – kusuk korupsi yang melibatkan Ketua KONI Sleman pun jadi “penutup” yang lain.
Pergerakan dibalik layar yang terus dilancarkan “ tim kecil “ tak urung membuat beberapa OKNUM sempat “galau” & mulai memikirkan opsi perpindahan ini.
Penjelasan seorang pengelola manajemen PSS SLEMAN yang termuat dimedia massa Jogja hari ini (26/01/2013), secara implicit memberi gambaran adanya kegalauan ini. “ Kalau mau pindah ke PT.LI, juga sudah tidak mungkin karena pendaftarannya sudah tertutup. Daripada nanti malah terkatung2, PSS tetap memastikanikut kompetisinyaPT.LPIS ”, ujarnya. Penjelasan berikutnya bahwa kompetisi terlalu mepet, jadi lebih baik menunggu kompetisi DU PT.LPIS yang baru bergulir 09/03/2013, demi persiapan tim yang lebih baik, MUNGKIN ada benarnya, namun ada juga unsur bahwa hal ini untuk menutupi “nyaris salah jalannya” manajemen dalam melangkah. Contohnya gampang, lihat saja PPSM SAKTI MAGELANG, yang anggota maupun official timnya belum jelas saja tetap nekat mengikuti DU PT.LI yang kick – off 27/01/2013 ini.
Lobby intensif “ tim kecil “ sebenarnya terus dilakukan hingga detik2 terakhir menjelang pengumuman komposisi baru grup & klub peserta DU PT.LI 2012 – 2013. Rayuan s/d Rp 500 juta subsidi bagi klub, “ uang saku “ bagi pengurus & manajemen, opsi hak siar tv yang lebih besar, serta janji manis lainnya terus diumbar, sehingga beberapa OKNUM pengurus & manajemen nyaris goyah & berubah haluan. Hal inilah yang membuat BLI, PT.LI, serta KPSI menunda pengumuman perubahan peserta & grup DU PT.LI 2012 – 2013 hingga Selasa (22/01/2013), hal yang kemudian menimbulkan kemarahan disebagian peserta DU PT.LI karena merasa persiapannya berantakkan akibat ulah dadakan para “ professional “ ini. Alasan menunggu hasil verifikasi klub serta rapat exco KPSI ialah “ pelindung “ yang baik bagi sandiwara ini.
Namun hal2 yang saya jelaskan dibawah inilah yang sebenarnya menyadarkan para pengurus manajemen PSS SLEMAN agar istiqomah dijalan yang “ BENAR “ :
[1]Supporter lebih mendukung jika PSS SLEMAN berlaga diliga resmi.
Berbeda dengan tetangganya yang betah bertahan dijalur yang “salah”, supporter PSS lebih mendukung tim kesayangannya berlaga dibawah kendali PSSI yang syah & resmi. Memang ada segelintir supporter yang ingin PSS pindah ke jalur “lambat” namun mayoritas dengan keras menyatakan mengikuti liga resmi ialah HARGA MATI! dengan berhitung pada semua manfaat serta mudharatnya.
[2]Otoritas sepakbola & pemerintah lebih mendukung jika PSS SLEMAN berlaga diliga resmi.
Sejalan dengan pemikiran supporter, otoritas sepakbola & pemerintah lebih menginginkan jika PSS berlaga diliga yang syah. Ini beberapa kali diungkapkan secara terbuka dimedia. Tentunya sikap ini berbeda dengan daerah lain yang mudah “ kemasukkan angin “ hingga akhirnya main hati ke liga “ sebelah “.
[3]Sebagian besar pengurus dalam manajemen PSS SLEMAN lebih menginginkan timnya berlaga diliga resmi.
Tak dipungkiri sempat ada sedikit perbedaan pendapat dalam manajemen tentang kemana arah PSS melangkah. Ada sebagian kecil yang ingin menuju DU PT.LI dengan segala “ kelebihannya “, namun sebagian besar mantap diDU PT.LPIS dengan segala “ kekurangannya “
[4]Pengalaman buruk tim tetangga yang berlaga diDU PT.LI.
Pengalaman tragis tim tetangga yang berlaga diDU PT.LI musim 2011 – 2012 lalu jadi salah satu pertimbangan. Tim tetangga tersebut mengalami kesialan demi kesialan dimusim lalu. Setelah ditinggal pergi secara tak bertanggung jawah oleh konsorsium yang berisi para petinggi PSSI rezim NH, tim ini gagal total membayar hutang ( MUNGKIN ) 4 – 6 bulan gaji para pemainnya, yang kemudian diselesaikan dengan penyelesain “ kekeluargaan “ hanya dengan membayar 1 bulan gaji. Yang menyedihkan ialah tunggakan listrik yang menyebabkan penyegelan meteran serta hutang sewa stadion yang membengkak.
Point2 diatas kemudian menjadi bahan pertimbangan saat rapat pengurus & manajemen PSS SLEMAN, Kamis, 24/01/2013. Sikap tegas supporter saat “insiden kecil” dengan pelatih Hanafi (19/01/2013), yang kemudian menyebabkan pelatih tersebut “ angkat koper “, ternyata menjadi pertimbangan penting yang kemudian membawa PSS SLEMAN kembali ke pangkuan DU PT.LPIS & PSSI.
Manajemen PSS SLEMAN, seperti yang termuat dibebagai media hari ini ( 26/01/2013 )menyatakan siap menanggung konsekuensi atas sikapnya ini, termasuk apabila terjadi pembengkakan anggaran akibat frekuensi pertandingan yang menjadi lebih tinggi setelah perampingan grup dan juga tim harus semakin sering bertanding diluar pulau jawa akibat mundurnya 5 tim asal Jawa tadi dari DU PT.LPIS 2013.
Setelah satu suara pada rapat 24/01/2013 malam, Jumat (25/01/2013) pengurus & manajemen PSS SLEMAN memutuskan mendatangi kantor PT.LPIS untuk mendaftarkan diri sebagi peserta kompetisi DU PT.LPIS 2013. Ada kejadian lucu disini, PSS SLEMAN yang mendaftar disaat akhir2 ini, juga bertemu dengan pengurus & manajemen dari PERSIPASI BEKASI yang juga turut mendaftarkan diri mengikuti kompetisi DU PT.LPIS 2013, padahal 2 hari sebelumnya, 23/01/2013, nyaris seluruh media memberitakan mereka telah “ membelot” ke DU PT.LI. Nah lho…???? No comment deh….yang terpenting : Rayuan s/d Rp 500 Juta Tak Mempam, PSS Sleman Pilih Setia Bersama PSSI & PT.LPIS!
>>Ohya…sekadar info saja, seorang pemain yang diaku2 oleh AS, pelatih PERSIS SOLO DU PT.LI sebagai calon pemain pilarnya dimusim 2012 – 2013 : FA, Kamis, 24/01/2013 malah terlihat hadir & mengikuti seleksi pemain PSS SLEMAN untuk DU PT.LPIS 2013, yang dipimpin oleh Asisten Pelatih, Lafran Pribadi. Lafran tetap sementara memegang kendali latihan serta seleksi tim, menyusul belum adanya pelatih definitive bagi PSS SLEMAN menyusul alotnya negoisasi ulang denga Widyantoro serta Dananjaya plus hengkangnya Eduard Tjong, yang lebih menangani PERSIJA JAKARTA diIPL 2013.
>>Kembali lagi pada kasus pemain yang telah diaku2 sebagai calon pilar oleh pelatih PERSIS SOLO DU PT.LI, AS, diatas, berarti dalam 10 hari ini telah 2 pemain yang diakui sebagai pilar yang kabur dari PERSIS SOLO DU PT.LI, yakni IR, yang telah resmi dikontrak PERSIBA BANTUL, serta FA tadi. Terus dari manakah pilar PERSIS SOLO DU PT.LI akan berasal? Dari pemain2 amatir yang diseleksi secara siluman beberapa waktu lalu atau dari tim Porprov??? Tunggu & lihat saja ya ..Kompasianers…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar